Mouse yang cocok buat Vector Artist?

Setelah kurang lebih 10 tahun berkutat dengan dunia vektor, saya sudah mengalami beberapa kali siklus pergantian dari mouse kabel ke wireless, total 5x: mouse kabel 3x dan mouse wireless 2x.

Tips ini mungkin berguna untuk kamu yang terbiasa menggunakan mouse sebagai alat untuk aktivitas mendesain.

Kenapa Mouse? Karena yang saya lihat kebanyakan Vector Artist itu menggunakan mouse dibanding pen tablet, selain harganya yang lebih murah, mouse juga merupakan alat wajib penggerak pointer ketika kita pertama kali membeli komputer desktop.

Kecuali untuk keperluan sketsa dan digital painting saya kira pen tablet adalah alat yang wajib setelah pensil dan kertas.

Dua contoh pada gambar diatas adalah mouse yang saya gunakan, the 4th Wireless Mouse Logitech M525 (kiri) dan the 5th Wired Mouse Logitech G100s (Kanan).

Dulu karena terlalu idealis pengen mouse wireless dengan daya tahan terbaik, gak tanggung2 M525 saya suplai dengan baterai Sanyo Eneloop 2400 mAh x2 tapi sayangnya mouse ini hanya bertahan 2 tahun (April 2014 – Juni 2016) karena error pada klik kiri.

Sebelumnya dari semua mouse yang pernah saya pakai, kerusakan selalu datang dari tombol klik kiri yang tdk mampu lagi bekerja. Oleh karena itu saya berkesimpulan bahwa jumlah klik pada mouse adalah hal yang sangat penting.

Kalau kita lihat spesifikasi pada mouse yang beredar dipasaran, biasanya mouse gaming bisa bertahan lebih lama sampai jutaan klik. Maka dari itu karena Vector Artist bermain dengan titik dan garis, otomatis mouse yang kita pakai pun harus bekerja lebih keras dengan banyaknya aktivitas klik pada mouse, jadi menurut saya sekalian beli mouse gaming aja.

Kabel atau Wireless? Menurut saya mouse kabel lebih recomended, ribet sedikit sama kabel gak masalah dibanding harus beli atau charge baterai untuk mouse wireless. Lebih hemat juga ^_^

Semoga Bermanfaat, Selamat Berkarya ^_^

Advertisements
Tagged with: , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Graphic Design

Menyikapi Perbedaan Pendapat tentang Hukum Isbal

Beberapa hari terakhir ini di Mushola tempat saya bekerja, sebelum imam memulai sholat beliau mengatakan:

“Mohon perhatiannya, hadirin bahwasanya Rosulullah bersabda, Hadis dari Abu Hurairah, bahwa celana yang dibawah mata kaki tempatnya di Neraka”

Dan di beberapa sholat lainnya beliau menyuruh “tolong ditinggikan atau digulung dulu celananya”

Serentak ada beberapa jamaah yang menggulung celananya, adapun yang tidak termasuk saya, karena kebetulan pada saat itu saya menggunakan celana yang menutupi mata kaki. Saya selama ini meyakini pendapat yang berbeda mengenai isbal, memahami hadisnya secara konteks. Yang terbayang di benak saya saat sebelum sholat pada waktu itu adalah bagaimana seandainya guru-guru saya berada disitu.

Entah bagaimana perasaan guru-guru saya seperti, Ustad Saiful Islam Mubarak, Ustad Aam Amiruddin, Aa Gym dll. yang celananya selama ini saya mengikuti ceramahnya, kajiannya dan sholat bersama beliau-beliau, saya perhatikan celananya menutupi mata kaki. Penasaran dengan Imam Masjidil Haram favorit saya Syeikh Saad Al Ghamidi, saya pun langsung buka youtube dan ternyata gamis yang beliau gunakan juga menutupi mata kaki, termasuk makmumnya yaitu orang-orang Timur Tengah yang notabene fasih bahasa Arab.

sheikh-saad-al-ghamidi-hukum-isbal-celana-atau-gamis-menutupi-mata-kaki-blog-ridjam-aka-rizky-djati-munggaran

Foto youtube Sheikh Saad Al-Ghamidi tertanggal 5 Ramadan 1437 / 9-6-2016

Ingin sekali terciptanya “kerukunan pemahaman” tentang masalah ini, sangat berharap kita bisa lebih Arif dan Bijak menyikapi perbedaan pendapat mengenai isbal ini. Jaga Hati, Jaga Lisan, untuk teman-teman yang celananya diatas mata kaki jangan merasa diri paling sholeh karena itu merupakan kesombongan, dan bagi teman-teman yang celananya menutupi mata kaki dan memahami hadisnya secara konteks, jangan sombong dalam berpakaian.

Hadisnya sama, cuma cara dan metode memahami hadisnya yang berbeda. Kalo melihat “perbedaan”, membahas permasalahan khilafiyah gak akan ada habisnya, memandang “persamaan” bisa jadi lebih rukun, sama-sama orang Islam, sama-sama sholat.

Jaga Hati, Jaga Lisan, Surga itu hak semua Muslim, bukan hanya untuk orang golongan-golongan tertentu, semua bisa masuk Surga. Surga itu hak prerogatif Allah.

Selamat Berkarya!!!

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Uncategorized

Tips Bervektoria dengan Inkscape

Tips bervektoria dengan Inkscape I

Senang semakin banyak Inkscape User, terutama di Indonesia, itu berarti semakin banyak orang menggunakan software Legal, software Open Source adalah software milik masyarakat dunia, bebas digunakan, disebarluaskan maupun didevelop.

Berikut adalah tips menggunakan Inkscape versi saya saudara-saudara :D, Tips bervektoria dengan Inkscape, sebagian dari poin-poin dibawah ini termasuk apabila kita berurusan dengan client dan bagaimana menciptakan file vector yang berkualitas dan bisa dengan sempurna dibuka di aplikasi lain juga berserta tips sehat dalam mendesain, oke langsung saja berikut saya rangkum kedalam beberapa poin:

  • Penggunaan Operating System menentukan kecepatan render objek di Inkscape, membuat objek rumit di Linux lebih cepat waktu rendernya daripada di Windows termasuk akselerasi objek, silahkan gunakan Windows ketika membuat objek sederhana saja, hal ini sudah saya ujicoba di versi 0.91.</li
  • Hindari penggunaan filter, maksimalkan gradasi. ^_^
  • Olah raga tangan, setiap hari minimal angkat barbel supaya aliran darah lancar dan gak pegel pada saat mendesain.
  • Minum Air putih, pastikan workspace kamu selalu ada 1 Mug air putih karena desainer lebih banyak duduk di kursi, sayangi ginjal kamu.
  • Cari inspirasi vektor terbaik, menghayal, tiru, rubah, curi ide, dan aplikasikan sebagai bahan latihan.
  • Shalat di Masjid tepat waktu (bagi muslim), Mata kamu juga perlu istirahat dari terangnya layar monitor, perjalanan setiap kali kamu ke Masjid akan mengolahragakan otot saraf mata dengan melihat objek jauh-dekat, pastikan mata kamu selalu sehat. Selain itu Air Wudlu akan menyegarkan wajah kamu sehingga lebih semangat dalam desain-desain berikutnya dan ide-ide cemerlang pun bermunculan.
  • Mulai bersahabat dengan “Bezier Tool”, karena ini adalah tool inti dalam software grafis berbasis vector, kuasai teknik manipulasi path dan node, pelajadi video ini https://youtu.be/xdKdLt1os7Q
  • Minimalkan jumlah “Node” atau titik, gunakan fitur “Simplify”, semakin sedikit jumlah node pada objek kamu maka semakin pendek waktu render objek.
  • Biasakan menggunakan Shortcut di Inkscape, gunakan Ctrl +D untuk menduplikat objek bukan Ctrl + C plus Ctrl + V hematlah waktu kamu dari menggunakan Menu Bar secara manual, gunakan shortcut agar lebih cepat. Download Inkscape Advance Shortcut di :http://ridjam.deviantart.com/art/Inkscape-0-91-Keyboard-Advance-Shortcuts-518481672
  • Hindari penggunaan “Pattern” jika berniat membuka file Inkscape di aplikasi lain, lebih baik membuat pattern secara manual.
  • Hindari menggunakan Stroke pada Outline
  • Hindari Mencampur Bitmap
  • Kalaupun membuat objek Teks (menggunakan Font) atau Stroke pada objek, diakhir jangan lupa ubah menjadi Path, ini adalah masalah kompatibilitas.
  • Hindari melakukan “Stroke to path” ketika objek dalam keadaan “Group”, usahakan Ungroup terlebih dahulu.
  • Periksa “Open Path”, kualitas gambar vektor di aplikasi manapun ditentukan dari tidak terdapatnya “Open Path”, jadi periksa objek vektor kamu dan jangan sampai terdapat “Open Path”.
  • Ketika menggunakan “Link” atau “Embed” dalam menggunakan gambar referensi, pastikan manajemen file secara rapih (Link), atau minimalkan jumlah gambar referensi karena file Inkscape akan membengkak (Embed).
  • Adakalanya ketika kita membuat objek baru dengan efek gradient yang sama, kita malah membuat palet warna baru sehingga berpengaruh pada akselerasi file inkscape, gunakan “Vacuum Defs” untuk menghapus file dokumen recent palet atau gunakan palet warna yang sama percis.
  • Buktikan pada dunia kalau software “Open Source” dapat membuat karya yang tidak kalah hebat dengan software proprietary.

Untuk inspirasi desain menggunakan Inkscape bisa kunjungi Page http://facebook.com/ridjamarts
Salam, Rizky Djati Munggaran 🙂
#SelamatBerkarya !!!

Tips bervektoria dengan Inkscape II

Tagged with: , , , , , ,
Posted in Mindset

Masa Depan Perangkat Lunak

Vector Graphic Software Price Comparison 2016

Seorang profesor dari Universitas terkemuka di Amerika pada awal tahun 90-an pernah meramalkan bahwa di masa depan nanti, hampir semua perangkat lunak di dunia akan diberikan secara gratis kepada siapa saja yang membutuhkan, alasannya cukup sederhana sebagai berikut:

  • perangkat lunak dibangun berdasarkan sebuah algoritma tertentu.
  • algoritma pada hakekatnya berasal dari hasil ide atau buah pemikiran seseorang.
  • akan semakin banyak orang yang memiliki ide dan pemikiran cemerlang sejalan dengan kebutuhan manusia yang bertambah dan berubah-ubah.
  • karena banyak orang yang dengan rela dan kesadarannya kerap memberikan ide atau pemikirannya secara gratis kepada banyak orang, maka dengan kata lain perangkat lunak akan diberikan secara cuma-cuma kepada siapa saja yang membutuhkannya.

Pada mulanya profesor ini menyangka bahwa tipe perangkat lunak yang akan pertama-tama diberikan secara gratis dengan konsep “Open Source” adalah program aplikasi, ternyata yang lahir terlebih dahulu adalah tipe sistem operasi yaitu Linux. Karena sistem operasi merupakan dasar atau fundamental dari sebuah arsitektur perangkat lunak, maka perkembangan konsep “Open Source” yang diramalkan profesor tersebut percepatannya lebih tinggi dari yang dibayangkan. – Amin Rois Sinung Nugroho – dalam buku Berbisnis Software Gratis.

Menyambut dengan gembira dengan lahirnya OpenToonz pada tanggal 26 Maret 2016 kemarin, yaitu software animasi 2D yg sudah terbukti handal digunakan oleh studio Ghibli Jepang dalam pembuatan Anime, menambah jajaran software Open Source berstandar industri.

Kini menjadi seorang Digital Artist dengan menggunakan software “Legal” bukan cuma mimpi lagi, semakin banyak software “Gratis”, semakin “Bebas” berkarya tanpa dibebani oleh lisensi. ^_^

Download:
Karya menggunakan Inkscape? kunjungi Ridjam Illustrations
#SelamatBerkarya ^_^
Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Graphic Design, Mindset

Membajak Karya Orang Lain itu Lumrah

Beberapa waktu lalu presiden kita tercinta hendak melakukan perjanjian dengan Microsoft tapi untungnya batal!!!, saya pernah membuat postingan di facebook, dan ini adalah tulisan saya,… sayang dibuang mending direpost disini aja ^_^

Lagi, bangsa kita dijajah oleh Lisensi dan Copyright-nya Microsoft, seolah para pejuang software gratis* berbasis Open Source selama ini “Gak Ada Gunanya”, memberi motivasi melalui karya terbaik dengan harapan banyak yang mengikuti seakan “Sirna”.

Semakin ketergantungan, semakin menganggap bahwa OS (Operating System) komputer itu ya cuma Microsoft, gak ada yang laen. Dari SD, SMP, SMA sampe kuliah, otak kita didominasi produk “Berbayar”, gak dikasih “Pengertian” tentang lisensi software dan hanya sebatas bacaan saja, tidak dipahami termasuk “PENDIDIK”nya. Nginstal software klik Next-> Next-> Next-> Finish (boro-boro dibaca lisensinya).

Berakibat pada kebiasaan “Membajak Karya Orang lain” itu lumrah, ya dari dulu juga sudah terbiasa. Tapi ketika karyanya dibajak Marah, pembuat Web atau Theme WordPress Marah ketika karyanya dibajak, pembuat buku pelajaran (Dosen, Guru) Marah karena bukunya diFOTOKOPI tanpa izin, pembuat desain karakter (Desainer Grafis) Marah karyanya dicuri terus dijual orang dll. padahal orang-orang ini berkarya (buatnya) pake software hasil “tanpa izin” (bajakan).

Pembuat Web dan Penjual Theme WordPress bikinnya under Windows Bajakan, Penulis membuat buku under Microsoft Office Bajakan, Desainer grafis bikinnya under Program Graphics Editor Bajakan, kalo pake logika berfikir Sebab-Akibat harusnya jangan “Marah” tapi introspeksi diri.

Ada juga yang dikaitkan dengan keBerkahan dari uang yang dihasilkan dari pake software bajakan. Banyak cerita teman yang bertalenta karyanya bagus tapi selalu “kekurangan”, duit habis terus padahal gaji lumayan. Punya duit selalu dipake hal “yang tidak dapat diprediksi”, punya Duit malah nabrak mobil orang jadi harus ganti, punya Duit lagi malah dipake berobat karena anak sakit, punya Duit lagi malah dipake bayar Utang karena ditipu, dll. apa ini karena pake software bajakan? sehingga penghasilannya tidak berkah? Wallahu’alam, memang sangat “sulit” bicara keBerkahan (gara2 pake software bajakan) sama orang “Lemah Iman”, bagaikan menyuruh Berhenti Merokok sama Pecandu Rokok.

Microsoft memang cerdik, untuk bisa memonopoli pasar Indonesia, salah satu usahanya adalah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan Nasional, lihat semua buku pelajaran sekolah, semua materi pelajaran TIK-nya pake software berbayar (Saya dulu Guru TIK), bahkan sekarang “Menggaet” Presiden kita tercinta.

Sudah tau akibatnya? Selamat!!! lebih dari 160 ribu sekolah (SD sampai SMA) dan lebih dari 4500 Universitas “dipaksa” untuk menggunakan produk Microsoft. Alhasil ketika didunia kerja “Harus” pake software Asli/Original, otomatis harus beli lisensi, duit ngalir buat Microsoft. Siapa yang salah perjanjian ini? Microsoft? BUKAN!!! perjanjian seperti ini masih bisa dibatalkan, langsung Calling Presiden.

Yang salah disini adalah “Pemaksaan” harus pake software berbayar, tidak dikasih alternatif lain, seHARUSnya Guru/Dosen menyuruh kepada Murid/Mahasiswa:

“Tolong dibuatkan Presentasinya” bukan “Tolong dibuatkan PowerPointnya”

“Tolong dikumpulkan file dokumennya” bukan “Tolong dikumpulkan file .docx-nya”

“Tolong dikumpulkan file desain-nya” bukan “Tolong dikumpulkan file .psd dan .cdr-nya”

Murid dipaksa menggunakan software berbayar, prihatin murid/mahasiswa yang untuk beli makan aja susah, sekarang disuruh ngerjain tugas pake software berbayar semua. Apa alternatif daruratnya? ngebajak lagi, ngebajak lagi, dan tanpa sadar kita sedang membangun budaya korup (menggunakan sesuatu yang bukan hak-nya) sejak dini.

#SelamatBerkaryaPakeSoftwareLegal

Foto Asli oleh pak Onno W. Purbo yg sengaja di reupload:

Perjanjian Presiden Jokowi dan Microsoft

 Ini adalah status facebook beliau:
“Memprihatinkan baca perjanjian antara JOKOWI dengan Microsoft :(( …
Koq gak pada belajar dari Sejarah? Apa mau kita di jajah? Penjajahan sekarang tidak pakai bedil? tapi pakai lisensi & copyright 😦 ….”

Tagged with: , , , , , , ,
Posted in Mindset

Hukum Menggambar dalam Islam: Konteks, Sikap dan Tantangan

Muslimah_Sketch_by_ridjam

Postingan ini saya buat dikarenakan banyak teman yang menegur saya tentang aktifitas desain menggambar yang saya lakukan, sudah lebih dari tiga teman sesama muslim yang mengingatkan saya tentang hal ini termasuk teman yang didalam maupun yang diluar negeri (melalui private message), sehingga mudah-mudahan dengan ditulisnya postingan ini saya tidak harus lagi menjelaskan panjang lebar mengapa saya masih menggambar sampai saat ini, cukup kasih postingan ini saja.

Sudah lama sejak saya baca artikel tentang “Hukum Menggambar dalam Islam” di sebuah situs internet pada saat itu saya berhenti TOTAL menggambar, kira-kira pertengahan tahun 2011 waktu itu masih zaman kuliah hingga pada akhirnya saya kembali lagi menggambar setelah mempelajari hukum dan pendapat para ulama, mendengarkan tausiyah, juga mengikuti kajian termasuk bertanya secara langsung pada ulama dan ustad tentang hal ini.

Postingan ini tidak dibuat panjang lebar, saya bukan seorang yang ahli membahas hadis, bukan ustad apalagi ulama, saya hanya ingin berbagi tentang pengalaman pribadi sebagai seorang muslim yang mencari jawaban tentang bagaimana “Hukum Menggambar dalam Islam”, postingan ini bukan sebagai “pembenaran” terhadap berbagai postingan yang lebih banyak meng”haram”kan tentang hukum menggambar khususnya menggambar makhluk hidup, tetapi postingan ini adalah hasil dari “mencari” jawaban terhadap pertanyaan yang selama ini selalu bergejolak dalam hati, alias sebuah jawaban ketika saya ditanya tentang hal ini. 😀

Postingan ini lebih cocok dijadikan sebagai jalan dan pengantar untuk kita agar bisa lebih luas dalam berfikir juga dalam mempelajari hadis secara Tekstual maupun Kontekstual. Juga postingan ini jangan dijadikan sebagai rujukan utama terhadap jawaban “Hukum Menggambar dalam Islam”, silahkan cari jawaban sendiri supaya hati lebih tenang, termasuk tanya kepada guru ngaji masing-masing. Salah Satu guru ngaji saya pun beliau adalah ahli hadis juga seorang doktor dalam ilmu agama dan sangat bijak memberikan jawaban kepada saya, tidak secara strict mengharamkan.

Beberapa hadis yang populer bahwa Rasulullah tidak suka pada gambar adalah sebagai berikut:

  • Diriwayatkan dari Jabir r.a. beliau berkata:Rasulullah Saw. melarang adanya gambar didalam rumah dan beliau melarang untuk membuat gambar”. (HR. At-Tirmizi No. 1671)
  • Diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib r.a. bahwa Rasulullah Saw. bersabda:
    Jangan kamu biarkan ada gambar kecuali kamu hapus dan tidak pula kubur yang ditinggikan kecuali engkau meratakannya”. (HR. Muslim No. 969)
  • Diriwayatkan dari Ibnu Abbas r.a. beliau berkata:
    “Bahwa tatkala Nabi melihat gambar di (dinding) Ka’bah, beliau tidak masuk ke dalamnya dan beliau memerintahkan agar semua gambar itu dihapus. Beliau melihat gambar Nabi Ibrahim a.s. dan Ismail a.s. tengah memegang anak panah (untuk mengundi nasib), maka beliau bersabda, “Semoga Allah membinasakan mereka, demi Allah keduanya tidak pernah mengundi nasib dengan anak panah sekalipun“. (HR. Ahmad No. 3276)

Saya tidak mencantumkan semua, banyak sekali hadis yang membahas tentang “Hukum Menggambar dalam Islam” jika teman-teman search, bahkan secara spesifik ada yang membahas tentang “Hukum Menggambar Makhluk Hidup”, entah itu menggambar seutuhnya maupun sebagian tubuh, ada yang cari “aman” hanya menggambar benda mati seperti batu dan tumbuhan, terlepas dari itu semua menurut hemat saya tumbuhan juga adalah “makhluk” Allah yang tumbuh dan berkembang, bahkan saya pernah berfikir untuk hanya menggambar ROBOT saja karena memang bukan makhluk hidup.

Dan dibawah ini merupakan hadis-hadis sebagai akibat dari para penggambar yang menggambar sesuatu yang dikultuskan (disembah) pada zaman itu:

  • Diriwayatkan dari ‘Aisyah r.a., beliau berkata: Sungguh Rasulullah Saw. bersabda: “Manusia yang paling berat siksaannya pada hari kiamat adalah orang-orang yang meniru-niru Allah dalam hal mencipta”. (Muttafaqun alaih, Al-Bukhari No. 5498, Muslim, No. 3937)
  • Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a., beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Semua penggambar akan berada di neraka. Setiap bentuk yang mereka gambar akan diberikan ruh, dan dengan gambar-gambar itulah mereka disiksa di Jahannam”. (HR. Muslim No. 3945)
  • Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas r.a., dari Rasulullah Saw., beliau bersabda: Barangsiapa menggambar satu gambar di dunia, niscaya akan dibebankan kepadanya untuk meniupkan ruh ke gambar tersebut pada hari kiamat, dan dia tidak akan mampu meniupkannya”. (Muttafaqun alaih, Al-Bukhari No. 5506, Muslim No. 3945)

Dalam hal ini saya termasuk yang memahami semua hadis-hadis diatas secara kontekstual, silahkan baca atau search sendiri tentang metode memahami hadis baik itu secara Kontekstual maupun Tekstual. Bahkan ketika zaman jahiliyah orang-orang menggunakan “Gambar Orang Sholeh” yang mereka yakini akan mengantarkan do’anya kepada tuhan jika melalui gambar tersebut, sehingga turunlah keterangan tentang gambar dan patung.

Pemahaman hadis dengan menggunakan pendekatan kontekstual (asbab wurud al-hadis) adalah memahami hadis-hadis Rasulullah dengan memperhatikan dan mengkaji keterkaitannya dengan peristiwa atau situasi yang melatarbelakangi munculnya hadis-hadis tersebut atau memperhatikan dan mengkaji konteksnya. Dengan memahami hadis Rasulullah secara kontekstual maka kita akan mendapatkan pemahaman secara representatif karena memang tidak cukup apabila hanya dengan memahami teks atau redaksi hadis dari sudut gramatika bahasa saja.

Rasulullah melarang dan tidak suka kepada orang yang suka menggambar karena konteks-nya pada zaman itu “gambar” adalah suatu objek yang dituhankan atau dikultuskan (disembah) oleh orang-orang sehingga Rasulullah melarang dan tidak suka. Jadi gambar “Apa” dulu yang akan mendapat Akibat dari hadis-hadis diatas? Jawabannya sudah jelas jika saya memahaminya secara kontekstual pada zaman itu adalah para penggambar yang menggambar makhluk yang dituhankan, dikultuskan alias disembah.

Ketika memahami hadis ini secara kontekstual, tidak serta-merta saya dapat menggambar sekehendak hati, tidak langsung menganut paham seni “Bebas Berekspresi”, ada sikap dan batasan-batasan “Apa saja” yang bisa saya gambar. Setelah mempelajarinya saya menyimpulkan bahwa menggambar itu boleh selama tidak mengandung unsur “maksiat” dan “mudharat” termasuk gambar yang dikultuskan (diibadahi) atau mengandung kemusyrikkan yang memang sudah jelas HARAM, sebagai seorang muslim yang menggemari bidang desain grafis saya membatasi kedua hal tersebut dalam berkarya.

Saya beri contoh salah satu yang mengandung unsur “maksiat” dan “mudharat”, adalah termasuk yang dapat membuat pikiran berorientasi negatif sehingga berakibat pada rangsangan seksual. Pastinya saya tidak menggambar konten berbau pornografi (dewasa) yang dimana saya yakini mengandung kedua unsur tersebut, selain itu saya juga percaya bahwa konten pornografi dapat merusak psikologi seseorang terutama anak-anak.

Saya juga berkeyakinan apabila menggambar hal berbau dewasa, vulgar, erotis atau sedikitnya ada unsur Ecchi atau mengandung fan service jika dalam film animasi jepang, maka akan berakibat pada Culture turunannya. Contoh paling populer saat ini tentang “Jejepangan” siapa yang tidak tau “Anime”?, yups jika para Creator Anime membuat karakter “Seksi” bahkan cenderung “Kelewat Seksi” maka akan berakibat pada Culture turunannya,“Cosplay” misalnya? Para Cosplayer berpenampilan seperti “percis” dengan peran yang terdapat dalam Anime, hal ini yang saya maksud mengandung kedua unsur tersebut, bukan hal yang tidak mungkin coba bayangkan jika para Creator Anime (yang biasanya diadaptasi dari Manga) membuat karakter yang berpakaian “sopan” tentu Culture turunannya-pun akan mengikuti.

Disini saya selalu berteriak dalam hati, pada kemana para Creator Muslim??? pada kemana woy??? ayo bikin Anime, siapa lagi kalo bukan kita to Against mereka coba. Mereka dapat membuat Anime yang bisa diserap dan berpengaruh sangat BESAR terhadap budaya. Bayangkan jika kita bisa buat Anime, kita bisa masukkan unsur-unsur keIslaman, kita sisipi keteladanan Rasulullah dalam Anime, siapa lagi coba kalo bukan kita (Creator). Ketika rekan-rekan yang lain menggunakan media komik dalam menyampaikan pesan-pesan keIslaman, kita masih sibuk mengkritisi bahwa menggambar itu HARAM, padahal “Apa” dulu yang digambar? ini adalah tantangan, dan menurut hemat saya disinilah para Creator muslim harus ambil bagian dari sekarang!!!.

Bisa dibayangkan didalam ilmu kedokteran gambar itu merupakan hal yang sangat penting dan sangat membantu untuk visualisasi objek termasuk infographic dll. Begitu juga anak-anak di pedesaan yang bisa jadi lebih mengerti jika diberikan gambar-gambar tentang jenis-jenis hewan darat, laut, udara dll. dibandingkan hanya dengan metode ceramah. Sebuah gambar bisa jadi lebih bermanfaat dan mudah dipahami dalam proses belajar dibandingkan hanya dengan bercerita tentang ciri-ciri (walaupun spesifik) yang sulit dibayangkan.

Mungkin Anda tidak sependapat dengan hasil mendapatkan jawaban yang saya posting ini, bahkan teman saya pun ada yang masih kekeuh, ngotot, strict bahwa menggambar itu HARAM, bahkan lebih dari itu ada teman saya yang mengharamkan video, termasuk kegiatan merekam dan mengambil gambar, tapi saya heran mereka masih menggunakan KTP yang pasti ada fotonya dong,… 😀 menurut saya kegiatan fotografi maupun videografi itu boleh dalam Islam, tetapi akan menjadi HARAM hukumnya jika objek yang kita foto atau rekam mengandung unsur “maksiat” dan “mudharat”.

Senang rasanya masih ada Teman yang mau menegur dan mengingatkan tentang hal ini, ini berarti masih ada kepedulian terhadap sesama Muslim, apalagi berhubungan dengan akhirat itu tentu merupakan kewajiban seorang Muslim. Alhamdulillah dalam hal ini “hukum menggambar” saya sudah mendapat jawaban sendiri, mudah-mudahan Allah memberi credit poin atas usaha “mencari” yang saya lakukan, terlepas dari berapa kadar kebenarannya. Saya juga berharap dalam kasus lain kita masih saling mengingatkan agar teman yang lainnya mendapatkan jalan agar tidak “terjerumus” dalam kesesatan. Saya juga menulis kasus kontemporer lainnya, baca artikel saya tentang “membajak software<-wajib dibaca 😀 .

Contoh lain selain Gambar, ada juga beberapa keterangan yang saya pahami secara kontekstual, seperti masalah “Jenggot” saja sampai dibahas panjang lebar dong, padahal jika dilihat konteksnya pada zaman itu “Jenggot” disarankan oleh Nabi untuk dipelihara adalah sebagai ciri khas agar sesama Muslim dapat saling mengenal dan bertegur sapa, sedangkan sekarang konteks zaman berbeda malahan orang non muslim banyak yang ber”jenggot”, lebih parah lagi teman saya ada yang tidak mau mendengarkan “Ustad/Penceramah/Ulama” yang tidak berjenggot dengan alasan tidak “Nyunnah” karena berkeyakinan berjenggot itu wajib dan Sunnah. Saya selalu menghela nafas lebih dalam jika masih ada orang yang membahas masalah “jenggot”, padahal Rasulullah diutus dibumi ini bukan untuk ngurusin jenggot!!!, kasihan teman-teman saya yang cuma tumbuh jenggot satu atau dua lembar saja, apakah ini berarti mereka tidak “Nyunnah”? Memang tidak ada yang salah apabila berjenggot, tapi jangan dijadikan sebagai acuan apalagi menilai kesholehan seseorang hanya dari “jenggot”.

Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk oleh Allah dalam segala hal,… 😀

Tentu saja postingan ini tanpa mengurangi rasa hormat saya bagi teman-teman yang berkeyakinan bahwa gambar itu HARAM, khususnya gambar makhluk hidup. Proses belajar seseorang dalam “mencari” memang berbeda-beda, beda pemahaman karena beda guru adalah sesuatu yang lumrah. Yuk kita makin banyak ngaji, jangan cuma dari satu ulama atau satu majelis, ngaji dibanyak ulama dibanyak tempat supaya kita punya banyak perspektif. Ngaji jangan cuma dari Kiyai Google, tapi ngaji mengunjungi majelis sesungguhnya di dunia nyata.

Tapi saya juga heran sih jika Anda berkeyakinan bahwa gambar itu Haram tetapi Anda masih menggunakan Gambar dalam kehidupan sehari-hari, jadinya terkesan tidak konsisten. Menurut hemat saya jika Anda memang benar-benar menganut bahwa Gambar itu Haram, secara totalitas Anda tinggalkan semua Gambar, termasuk Uang Rupiah yang didalamnya terdapat “Gambar Realis” pahlawan Indonesia, saya tidak yakin kalo Anda masih pake alasan “Kedaruratan”,… karena yang namanya “darurat” itu sementara,… paragraf terakhir ini cuma intermezzo aja,… ^_^

Wallahu A’lam Bishawab.

ridjam signature

 

 

 

===========================================================================

ridjam_illustrations_invitation

Tagged with: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Kajian Islam, Mindset

My Ninja Way by ridjam

Kata mutiara Bob Sadino (Pengusaha)
Kurang sreg juga nge-share gambar diatas, karena banyak temen sy yg jadi pegawai terutama teman sekelas semasa kuliah… tapi gpp lah biar semangat,… 😀 😀 😀
Khusus buat para pengusaha apapun dagangannya asal halal dan legal ya sy sih setuju.

Apapun profesi kamu yang penting:

se-Berkah Berkahnya pekerjaan sebagai pegawai adalah melaksanakan tugas dengan Amanah.
se-Berkah Berkahnya pengusaha adalah pengusaha yang berdagang dengan Jujur.

Apalagi yang bisa mengambil dua tugas, lebih mantep lagi (y) ya sebagai Pegawai juga sebagai Pengusaha, ngambil tugas “Amanah” dan juga “Jujur”. Temen kuliah saya juga ada yang sebagai Dosen plus Pengusaha alias dagang, mantap kan >_< (y)

Kalo kata istilah di komik Naruto mah “my ninja way”, saya juga punya pilihan hidup “my ninja way”, saya lebih memilih jalan yang kedua “pengusaha” mungkin karena belum bisa “amanah” kalo jadi pegawai, yup saya belum pernah ikut sekalipun CPNS. >_<

Bapak sy PNS di BPN (Badan Pertanahan Nasional), dan saya sudah cukup yakin memilih jalan hidup, sudah cukup yakin mendengar curhatan2 bapak dulu kalo pulang kerja, mengemban amanah itu ada “keahlian” tersendiri, contoh yang sy lihat di kehidupan pribadi: bapak sy selalu berangkat pagi dan pulang kerja selalu malem utk menghindari korupsi waktu, pake pulpen kantor, telepon kantor, itu pun jangan dipake untuk kepentingan pribadi, setetes saja tinta pulpen yang kamu pake untuk keperluan pribadi itu sama aja korupsi, makan uang rakyat.

Siapa yang enggak mau jadi pegawai? gaji per-bulan pasti ada, juga uang pensiun. Orang tua saya juga berharap anaknya jadi PNS, tapi jalan “my ninja way” saya malah pengen jadi pengusaha, dan alhamdulillah orang tua mendukung “My way”. Saya lebih suka hukum “Pareto”, hukum yang lebih cocok untuk seorang pengusaha, kalo kamu Kerja dapet Duit, kalo enggak/males-malesan gak dapet duit, semakin giat bekerja dan berkarya maka kamu dapet “lebih”.

Gak semua orang harus jadi Pegawai, dan gak semua orang juga harus jadi Pengusaha, hidup ini harus seimbang, harus ada yang mengabdi pada negara, menata negeri, juga harus ada yang mendorong perekonomian, dan harus ada juga yang narik dolar dari luar negeri, masa duit ratusan ribu dolar muter terus diluar negeri, harus ada yang narik juga dong kedalem negeri. 😛

Gak ada yang salah menjadi pegawai asalkan “Amanah”. Alhamdulillah sy juga bisa sekolah sarjana S1 dari seorang pegawai (PNS) yang insya Allah “Amanah”, semoga Allah selalu mem-berkahi setiap Keringat dan Kerja Keras bapak saya dalam menghidupi keluarganya. Aamiin.

Saat ini saya lebih senang menyebut diri sendiri sebagai “Freedom Preneur” dibanding “Freelancers”, buktinya sampai saat ini saya masih bisa hidup dan tidak bergantung pada orang tua sejak lulus kuliah, tugas sy saat ini dan kedepan adalah berkeinginan menyekolahkan adik, karena orang tua saya sudah pensiun. >_<

Tidak bermaksud menyinggung Profesi, hanya sebagai “Pengingat” terutama diri sendiri…
Kalo menurut pemikiran saya, apapun profesi kamu yang penting kita harus Semangat mengemban “Amanah” dan “Kejujuran”. Itu!!!

Semangat Guys! >_<

# Jangan lupa giat beribadah dan berdo’a
# Semoga kita yang selalu giat beribadah, berdo’a dan berikhtiar selalu diBerkahiNya, Aamiin.

ridjam signature

Baca juga:

Ketika membajak software sudah tidak merasa berdosa

Tagged with: , , , , , , , , , , , , ,
Posted in Mindset

Rizky Djati Munggaran

Follow Blog Rizky Djati Munggaran on WordPress.com

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 1,814 other followers

%d bloggers like this: